Minggu, 04 Maret 2012

Teknologi Terkini “Gunung Padang Diduga Sudah Ada 10.000 SM” plus 1 more

Teknologi Terkini “Gunung Padang Diduga Sudah Ada 10.000 SM” plus 1 more


Gunung Padang Diduga Sudah Ada 10.000 SM

Posted: 04 Mar 2012 01:59 AM PST

Minggu, 4 Maret 2012, 16:59 WIB

Bayu Galih, Nezar Patria

Sketsa imajiner Gunung Padang  

VIVAnews - Tim Bencana Katastropik Purba telah melakukan pengeboran di situs megalitikum Gunung Padang, di kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Saat pertama kali mengungkap hasil penelitian ini bulan lalu, tim menyebut hasil carbon dating memperlihatkan situs Gunung Padang berasal dari 6.700 tahun lalu atau 4.700 SM.

Namun, hasil carbon dating terbaru memperlihatkan hasil yang mengejutkan. Menurut salah satu anggota tim, Boedianto Ontowirjo, carbon dating menunjukkan Gunung Padang jauh lebih tua dari itu.

Dari sampel hasil pengeboran yang diambil dari teras 5 di titik bor 2 dengan kedalaman 8 hingga 10 meter, hasilnya menunjukkan 11060 thn +/- 140 tahun Before Present, pMC = 26,24 +/- 0,40.

"Kalau dikonversikan ke umur kalender setara dengan 10 ribu SM," ucap Boedianto, dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews, 4 Maret 2012.
 
Boedianto kemudian menjelaskan, dua lokasi bor yang dipilih bukanlah titik 'jackpot' yang seharusnya dibor. Namun karena situs ini merupakan wilayah benda cagar budaya yang dilindungi Undang-Undang, tumpukan batuan andesit yang ada tidak boleh dipindahkan dan pemboran tidak boleh merusak struktur situs.

Sebelumnya, berdasarkan hasil pengeboran tim juga memperlihatkan bahwa gunung padang merupakan konstruksi bangunan megah yang dibuat oleh manusia prasejarah. Konstruksinya pun terbilang mengagumkan, karena terdapat suatu lapisan buatan yang memiliki materi pasir.

"Ini seperti teknologi yang mampu menahan gempa," kata anggota tim, Andang Bachtiar, saat mempresentasikan hasil temuannya. (ren)

• VIVAnews
pinukuik_angek 04/03/2012

awak sangko gunuang nan dipadang, biaso e, kalo lah lamo, tantu lapuak e, MANUNGGU HANCUA SEN LAI TU....

Kirim Komentar

Anda harus Login untuk mengirimkan komentar

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

LAPAN: Asteroid AG5 Belum Tentu Tabrak Bumi

Posted: 03 Mar 2012 09:09 AM PST

Asteroid (nasa.gov)

VIVAnews - Astronom dunia, dari Badan Antariksa Eropa (ESO) dan  Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kini sedang memusatkan perhatian pada pergerakan sebuah asteroid yang besarnya sedikit lebih panjang dari lapangan bola. Namanya, Asteroid 2011 AG5.

Batu raksasa itu diperkirakan bisa menabrak Bumi pada 5 Februari 2040, 28 tahun lagi. Peluangnya 1:625, yang terbesar yang pernah ada. Jika menghantam kota yang berpenduduk padat, niscaya petaka yang akan terjadi. Jutaan orang bisa tewas.

Terkait itu, Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin mengakui, pihaknya belum melakukan penelitian khusus.

"Tim LAPAN hanya memantau kajian internasional. Karena belum ada teknologi yang canggih di Indonesia, sehingga kami hanya memantau saja," kata dia kepada VIVAnews.com, Sabtu 3 Maret 2012.

Apalagi, penemuan obyek tersebut masih dalam jangka waktu yang sangat panjang. "Artinya jika semakin jauh obyek luar angkasa dari tahun perkiraan, maka tingkat akurasi semakin buruk. Ini menjadi probabilistik, karena ada kemungkinan menabrak tapi belum tentu menabrak," kata dia.

Profesor riset Astronomi-Astrofisika itu menerangkan, ada suatu batas tertentu bahwa asteroid yang melintas bumi merupakan obyek yang diwaspadai. Namun meski melintas bumi, belum tentu lintasannya tersebut membahayakan bumi.

Penelitian di tahun 1990-an menjadi contoh kasus. Saat itu diperkirakan Komet Swift-Tuttle akan menabrak Bumi pada tahun 2126. "Namun dengan data terbaru dapat disimpulkan bahwa bumi dalam kondisi aman meski komet tersebut akan melintas bumi," kata dia.

Thomas meminta, masyarakat tak perlu khawatir berlebih. "Karena berita perkiraan tabrakan Asteroid belum bisa dipastikan 100 persen. Mungkin saja orbit asteroid dapat melenceng akibat gangguan planet-planet besar," kata dia.

Meski tak secanggih NASA atau ESO, LAPAN juga mengikuti perkembangan informasi obyek dekat Bumi yang berpotensi membahayakan.

Salah satu alasannya, Indonesia pernah kejatuhan asteroid. Asteroid besar pernah meledak di teluk Bone di Sulawesi pada tahun 2009. Saat itu, asteroid memasuki atmosfer padat bumi dengan perkiraan jarak 10 meter dari permukaan bumi dan menimbulkan ledakan. "Saat itu juga telah disiapkan alat pemantau nuklir yang mendeteksi asteroid hingga ketinggian 30 km sebelum asteroid bersinggungan ke bumi," tambah dia.

• VIVAnews

kira2 jatuhnya di mana ya?

siapa tau asteroidnya nabrak benda langit lain sebelum nabrak bumi

Rumah saya deket lapan..lihat parabola yg dia pakai hanya diameter sekitar 2 m .ga yakin klo bisa mengindera pergerakan benda2 angkasa luar..klo amrik pakai parabola diameter 110m..

omm.. bukan nya bumi itu berevolusi ? lalu apakah jalur lintasan jatuh nya asteroid itu sama dengan evolusi bumi? atau sudah di prediksi kan titik jatuh nya komet ketika bumi berada di tempat yang sama??

buyung_sukandar 04/03/2012

saat asteroid itu jatuh di Teluk Bone 2009, LAPAN tidak dapat memprediksi sebelumnya kan ? sehingga berkembang isu sonicboom dari latihan TNI AU, bom, dll dan tidak terjawab saat itu, bgm SUDAH menyiapkan peralatan di lokasi kata anda?

Kirim Komentar

Anda harus Login untuk mengirimkan komentar

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters recommends: Donate to Wikileaks.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar